Kenali Masalah Kesehatan Hipertiroid, Gejala dan Cara Mengatasinya

Kumpulan Berita – Hipertiroidisme atau lebih dikenal dengan hipertiroid adalah masalah kesehatan yang terjadi karena kelenjar tiroid dalam tubuh memproduksi hormon tiroid secara berlebihan. Kadar hormon tiroid yang terlalu tinggi menyebabkan metabolisme tubuh bekerja sangat cepat.

Tapi tahukah kamu bahwa hipertiroid menjadi salah satu penyakit yang dapat terjadi karena hormon tiroid yang tidak stabil? Apa itu sebenarnya penyakit hipertiroid? Simak penjelasan lebih detailnya di sini!

Apa itu Hipertiroid?

Hipertiroid atau hipertiroidisme adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid, yaitu triiodothyronine (T3) dan thyroxine (T4), secara berlebihan. Perlu diketahui, hormon tiroid dalam tubuh berperan sebagai pengendali proses metabolisme, seperti mengatur suhu tubuh, mengolah nutrisi pada makanan menjadi energi, serta mengendalikan denyut jantung.

Bila kadar hormon tiroid dalam tubuh melebihi batas normal, maka proses metabolisme menjadi bekerja terlalu cepat. Inilah yang menyebabkan penderita hipertiroid memiliki berat badan rendah serta jantung yang berdetak lebih cepat.

Penderita hipertiroid yang tidak mendapatkan penanganan tepat mungkin berisiko mendapatkan berbagai macam komplikasi, mulai dari komplikasi akut thyroid storm, pengeroposan tulang (osteoporosis), aritmia (detak jantung tidak normal), hingga gagal jantung.

Gejala Hipertiroid

Gejala hipertiroid bisa sangat bervariasi tergantung pada kondisi dan respons individu terhadap kelebihan hormon tiroid. Beberapa gejala umum meliputi:

    • Penurunan berat badan. Meskipun nafsu makan meningkat, individu dengan hipertiroid bisa mengalami penurunan berat badan.
    • Palpitasi jantung atau detak jantung yang cepat dan tidak teratur.
    • Perubahan suasana hati. Kelebihan hormon tiroid dapat menyebabkan perubahan suasana hati, seperti kecemasan atau iritabilitas.
    • Intoleransi panas dan berkeringat berlebih. Orang dengan hipertiroid sering kepanasan dan berkeringat lebih dari biasanya.
    • Kelelahan dan kelemahan otot. Meskipun hiperaktif, pengidapya mungkin merasa lelah dan mengalami kelemahan otot.
    • Kesulitan tidur adalah keluhan umum.
    • Perubahan pada siklus menstruasi akibat gangguan hormon.

Beberapa penyebab hipertiroid 

Penyebab hipertiroid seringkali dikaitkan dengan beberapa kondisi, seperti: 

1. Penyakit graves 

Penyakit graves adalah penyakit keturunan. Jika keluarga kamu mengidap penyakit ini, risiko menjadi lebih besar. Menurut penelitian, graves menjadi salah satu penyebab hipertiroid yang paling umum. Jumlah kasusnya diprediksi mencapai 85% dari seluruh pengidap hipertiroid. 

2. Nodul tiroid 

Nodul tiroid adalah benjolan yang dapat muncul di bagian leher, teksturnya dapat terasa keras dan padat maupun lembek dan berisi cairan. Umumnya, pengidap nodul tiroid cenderung menghasilkan hormon yang berlebihan. 

3. Tiroiditis 

Tiroiditis merupakan peradangan pada kelenjar tiroid yang bisa terasa sakit maupun tidak. Ciri-cirinya dapat dilihat dengan munculnya bengkak pada leher. Kondisi tiroiditis umum terjadi setelah ibu melahirkan dalam kurun waktu satu tahun. Kondisi seperti ini dikenal dengan nama tiroiditis postpartum. 

4. Konsumsi yodium berlebih 

Yodium adalah unsur mineral yang umumnya terdapat di air laut atau daerah sekitar lautan. Beberapa makanan yang mengandung yodium tinggi seperti udang, tuna, hingga garam beryodium. Jika kamu mengonsumsi yodium dalam jumlah yang berlebihan, hal ini bisa meningkatan risiko hipertiroid. 

Cara Mengatasi Hipertiroid

Pengobatan hipertiroid bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisinya. Akan tetapi, kondisi ini umumnya diatasi dengan perawatan berikut:

    1. Obat Anti-Tiroid: Obat-obatan seperti methimazole dan propylthiouracil dapat menghambat produksi hormon tiroid.
    2. Terapi Radioaktif Yodium: Pengobatan ini melibatkan meminum yodium radioaktif yang merusak sel-sel tiroid berlebih tanpa memerlukan pembedahan.
    3. Pembedahan: Dalam kasus yang parah, operasi untuk mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar tiroid mungkin diperlukan.
    4. Pengaturan Gaya Hidup: Mengelola stres, mengatur asupan yodium, dan pemantauan rutin sangat penting untuk mengendalikan gejala hipertiroid.