Kandungan Berbahaya Rokok Elektrik, ‘Bom Waktu Bagi Remaja’

Kumpulan berita – Vape, rokok elektrik, atau pod kini menjadi tren di kalangan remaja. Digemari karena aromanya yang beragam, bentuknya yang stylish, dan anggapan bahwa vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional.

Tapi, tahukah kamu bahwa vape sama sekali tidak aman untuk remaja? Dikutip dari Medical Daily, Kamis, remaja yang sering vaping mungkin menghadapi peningkatan paparan logam berbahaya seperti timbal dan uranium, yang berpotensi memengaruhi perkembangan otak dan organ secara negatif, sebuah penelitian baru mengungkapkan.

Berdasarkan temuan yang diterbitkan dalam jurnal Tobacco Control, para peneliti merekomendasikan penerapan regulasi dan inisiatif pencegahan yang ditujukan khusus untuk remaja.

Selain itu, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) meminta pemerintah segera menerbitkan aturan yang membatasi penggunaan vape atau rokok elektrik. Karena jika tidak, vape bakal menjadi “bom waktu masalah kesehatan” dalam 10 atau 15 tahun mendatang.

Kandungan yang Berbahaya Dalam Vape

Menurut American Lung Association yang dilansir dari Kementerian Kesehatan RI, terdapat beberapa bahan-bahan berbahaya dan beracun yang terkandung dalam vape.

    1. Propilen glikol atau gliserin yang berfungsi memproduksi uap air dan dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan.
    2. Nikotin dengan kadar yang berbeda-beda antara 0-100 mg/ml. Zat ini sangat adiktif dan dapat mempengaruhi perkembangan otak remaja secara negatif.
    3. Karsinogen berupa acetaldehyde atau formaldehyde sebagai penyebab kanker.
    4. Acrolein, zat yang biasanya untuk membunuh gulma dapat menyebabkan kerusakan paru-paru yang tidak dapat diperbaiki.
    5. Diacetyl, zat kimia yang berhubungan dengan penyakit paru-paru bronkhiolitis.
    6. Diethylen glikol yaitu zat kimia beracun yang berhubungan dengan penyakit paru-paru.
    7. Logam berat seperti nikel dan timah.
    8. Kadmium yaitu logam beracun yang dapat mnyebabkan penyakit pernafasan.
    9. Benzene yaitu senyawa organik yang mudah menguap seperti pada knalpot kendaraan.

Apa dampak kesehatan rokok elektrik?

Rokok elektrik berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem jantung dan pembuluh darah lantaran ada kandungan logam dan heavy metals dalam cairan rokok elektrik.

Efek akut yang ditimbulkan di antaranya meliputi peningkatan denyut jantung, peningkatan tekanan darah, oksidatif stres, kerusakan fungsi pembuluh darah.

Selain itu, pengguna rokok elektrik juga menyebabkan penyakit paru dan cedera paru akut serta meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan asma. Kemudian dalam jangka panjang kanker paru.