Kumpulan Berita – Di masa sekarang ini, kita sering dihadapkan dengan stres dan depresi akibat pekerjaan. Setiap harinya, kita selalu dihadapkan dengan masalah dan tantangan dalam pekerjaan. Tidak jarang, karena ketersibukan dari bekerja, kita sebagai manusia tidak bisa beristirahat dengan benar karena masih memiliki beban pekerjaan yang sedang kita pikirkan.
Selain itu, sampai saat ini masih banyak perusahaan yang membuat karyawannya lembur dan bekerja tidak sesuai kontrak kerja yang ada, bahkan beberapa dari mereka tidak menerima uang lembur atas kerja kerasnya. Hal ini kemudian membuat karyawan terus berpikir tentang beban kerja yang tidak sesuai dengan gaji yang diterima. Selain gaji yang tidak sesuai, mereka sebagai karyawan juga tidak bisa menerapkan work life balance di kehidupan mereka.

Lalu apa sih yang dinamakan dengan work life balance? arti dari kata “work life balance” sendiri adalah keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan di luar kantor sehari-hari. Secara sederhana, work life balance berbicara mengenai suatu kondisi di mana seorang karyawan bisa mengatur waktu dengan baik (seimbang) antara pekerjaan di tempat kerja dengan kebutuhan pribadi, rekreasi, dan kehidupan berkeluarga.
Work life balance menjadi penting karena ketika kita bisa membagi waktu dan menyeimbangkan kehidupan pribadi dan kehidupan kerja kita, maka kita sebagai karyawan akan merasa lebih bahagia dan juga tenang dalam menjalani hidup. Selain itu, work life balance juga bisa meningkatkan produktifitas dan kreatifitas kita dalam bekerja. Hal ini disebabkan karena jika dapat menerapkan work life balance, kesempatan kita untuk stres dalam pekerjaan lebih kecil.
Lalu, apa aja sih yang harus kita lalukan untuk bisa mencapai work life balance dalam kehidupan kita? yuk kita simak langsung 3 tips untuk mencapai work life balance, yakni :
1. Memprioritaskan kesehatan fisik dan juga mental

Lebih memprioritaskan kesehatan fisik dan mental menjadi hal terutama yang penting dan harus dilakukan ketika kita ingin mencapai work life balance. Karena ketika kita tidak sehat secara fisik maupun mental, maka pekerjaan yang kita lakukan juga tidak akan menghasilkan hasil yang maksimal.
Untuk bisa memprioritaskan kesehatan fisik dan mental, kita perlu untuk bekerja seperlunya saja sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak bekerja melebihi waktu yang seharusnya. Kita sebagai karyawan harus tau kapan waktu untuk bekerja dan kapan waktu untuk istirahat, sehingga kita tidak bekerja overtime.
Selain itu, kita juga perlu makan makanan yang sehat dan bergizi. Orang yang terlalu sibuk dengan pekerjaan biasanya tidak memperhatikan gizi dari makanan yang mereka makan. Oleh sebab itu, kebutuhan mereka kurang terpenuhi dan membuat fisik mereka mudah lelah.
2. Tidur yang cukup dan menyempatkan untuk berolahraga


Selain memprioritaskan kesehatan fisik dan mental, kita juga perlu beristirahat dengan cukup. Orang yang terlalu sibuk bekerja biasanya sering lembur untuk menyelesaikan pekerjaan. Hal ini kemudian membuat mereka tidak memiliki waktu yang cukup untuk tidur dan beristirahat.
Oleh sebab itu, untuk mencapai work life balance, dalam bekerja kita tidak perlu menggebu-gebu dalam mengerjakan tugas sampai melupakan waktu untuk istirahat. Bekerjalah sesuai aturan waktu yang ada, dan jangan bekerja melebihi waktu tersebut agar kita bisa memiliki waktu istirahat yang cukup. Selain itu untuk mencapai work life balance ini kita juga dihimbau untuk tidak menunda pekerjaan, sehingga kita bisa pulang tepat waktu dan bisa beristirahat.
Selain tidur yang cukup, kita juga dihimbau untuk bisa menyempatkan diri untuk berolahraga. Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan ketika kita rutin berolahraga. Tubuh akan lebih sehat dan juga lebih bugar, sehingga kita bisa lebih produktif dalam bekerja karena ketika kita rutin berolahraga kita tidak akan mudah untuk lelah dalam bekerja.
3. Mengurangi sifat perfeksionisme dalam pekerjaan dan belajar untuk berkata tidak

Untuk bisa mencapai work life balance, kita juga perlu mengurangi sifat perfeksionisme kita dalam bekerja. Memiliki sifat perfeksionisme kadang bagus untuk pekerjaan karena hasil yang akan diberikan tentunya akan maksimal. Namun, perfeksionisme juga bisa menjadi penghalang kita untuk bisa mencapai work life balance karena kita akan terlalu berfokus untuk membenarkan pekerjaan yang ada sehingga mengabaikan waktu untuk diri sendiri dan juga untuk beristirahat.
Selain itu, dalam bekerja kita juga harus belajar untuk berkata tidak kepada orang lain. Beberapa dari kita adalah tipe people pleaser yang tidak bisa atau sulit untuk menolak permintaan orang. Membantu orang lain adalah hal yang baik dalam pekerjaan, namun jika dilakukan berlebihan akan menggangu work life balance kita. Hal ini disebabkan karna people pleaser lebih rentan untuk dimanfaatkan orang karena mereka berpikir bahwa kita akan bersedia untuk membantu mereka.
Selain itu, jika kita terus dan selalu bersedia untuk membantu orang lain, hal tersebut akan mengganggu pekerjaan utamamu dan juga tanggung jawabmu untuk perusahaan. Dalam bekerja, kita harus selalu ingat bahwa prioritas utama adalah pekerjaan sendiri. Jadi, kita perlu untuk menyelesaikan semua tugas yang kita miliki, baru kemudian kita bisa membantu orang lain. Selalu ingat bahwa dalam pekerjaan, tiap-tiap orang memiliki kepentingannya masing-masing.

