Kumpulan Berita – Lari menjadi salah satu olahraga yang cukup populer saat ini. Selain mudah dan murah untuk dilakukan, lari memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti menjaga dan menurunkan berat badan, mencegah osteoporosis, mencegah penyakit jantung, dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Namun jika kamu baru-baru ini membaca berita-berita online, kamu mungkin mendengar bahwa lari juga dapat menyebabkan perubahan karakteristik pada kulit, yang sering digambarkan sebagai “wajah pelari” atau “runner face”.
Runner face adalah istilah yang menggambarkan perubahan fisik di wajah pelari jarak jauh. Fenomena ini ditandai dengan kulit kendur, garis halus, atau wajah terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. Istilah ini populer di kalangan atlet lari, terutama marathon dan ultramarathon.
Fenomena Runner Face
Pelari dengan jarak tempuh tinggi sering mengalami penurunan lemak wajah. Ini membuat kulit terlihat lebih tipis dan kendur. Faktor lingkungan seperti paparan sinar matahari saat berlari juga memperburuk kondisi kulit.
Penyebab Runner Face
-
- Penurunan Kolagen: Olahraga intens memicu produksi radikal bebas yang merusak kolagen, protein penting untuk elastisitas kulit.
- Ekspresi Wajah Repetitif: Mengernyit atau menyipitkan mata saat berlari menyebabkan garis halus di dahi dan sekitar mata.
- Dehidrasi: Kurang cairan selama lari membuat kulit kering dan rentan keriput.
- Lemak Tubuh Rendah: Pelari jarak jauh cenderung memiliki persentase lemak tubuh rendah, mengurangi volume wajah.
Ada Banyak Cara Mencegah Runner Face
Agar wajah tidak terkena runner face, apakah seorang pelari harus menghentikan aktivitas lari jarak jauhnya? Tentu saja tidak! Bagaimana pun, lari memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Kamu bisa mencegah terjadinya runner face saat berlari dengan berbagai cara.
Gunakan Tabir Surya/Sunscreen
Cara pertama adalah dengan menggunakan tabir surya. Tabir surya atau sunscreen berfungsi untuk melindungi kulit dari paran sinar UV yang berlebihan. Selain itu, dapat digunakan untuk mencegah kulit terbakar akibat sinar matahari yang terik. Kamu bisa memilih sun protection factor (SPF) 30 atau lebih. Jika telah berlari selama 2 jam lebih, sebaiknya kembali gunakan tabir surya tersebut.
Tetap terhidrasi
Kita memerlukan hidrasi yang cukup untuk memberi tenaga saat lari , dan melakukan hal itu juga akan membantu melindungi kita dari runner face.
Hidrasi yang buruk dapat menyebabkan kulit terlihat lebih kering dan kurang kencang. Asupan air yang cukup membantu menjaga kesehatan kulit.
Jika pelari tidak mendapatkan hidrasi yang cukup, efek keseluruhannya dapat berkontribusi pada penampilan ‘wajah pelari’.” Bawalah sebotol air, atau sering-seringlah minum, terutama jika kamu berlatih lari jarak jauh.
Jangan merokok
Merokok dapat meningkatkan efek penuaan dan memperkuat efek pada wajah pelari. Menurut American Osteopathic College of Dermatology (AOCD), merokok menyebabkan kulit kering, warna kulit tidak merata, mata longgar, garis rahang kendor, serta kerutan dan keriput yang lebih dalam. “Biasanya kulit seorang perokok berat berusia 40 tahun mirip dengan kulit bukan perokok berusia 70 tahun,” tulis mereka. Karena berbagai alasan, lebih baik hentikan kebiasaan tersebut.
Konsumsi lemak sehat dan sayuran
Pola makan dapat memiliki efek anti-penuaan, yang dapat mengurangi efek berlari jarak jauh. Lemak sehat, seperti yang ditemukan dalam minyak zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan, merupakan bagian dari pola makan sehat. Selain itu makan sayuran kaya antioksidan dan nutrisi, yang dapat membantu regenerasi sel. Banyak sayur juga anti-inflamasi dan dapat membantu produksi kolagen, protein yang memberi kekuatan dan kekenyalan pada kulit.

