Dampak Banjir di Semarang, Perjalanan KA Terganggu

Kumpulan Berita – Di awal tahun baru 2023, banjir melanda sebagian kota Semarang, Jawa Tengah. Beberapa pemukiman warga masih tergenang banjir akibat intensitas hujan yang tinggi semenjak, Sabtu (31/12) kemarin.

“Banjirnya masih di 7 Kecamatan, yakni Genuk, Pedurungan, Gayamsari, Semarang Utara, Semarang Barat, Ngaliyan dan Tugu,” Kata Bp. A Rudianto seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Minggu (1/1).

Banjir di sejumlah Kelurahan

Tanggul jebol tersebut menyebabkan banjir di daerah Kelurahan Mangkang Kulon dan Kelurahan Mangunharjo. Sejak kemarin, para petugas memprioritaskan penyelamatan warga sebab banjir mencapai ketinggian lebih dari 1 meter.

“Kita terus bergerak bersama, hari ini fokus pembuatan tanggul sementara untuk memperbaiki tanggul yang jebol di DAS Kali Plumbon. Semua kita kerjakan” kata Dandim 0733 Kota Semarang, Kolonel Inf Honi Havana di lokasi, Minggu (1/1).

 

Tidak hanya itu, banjir juga menggenangi 2 Stasiun besar yakni, Stasiun Tawang dan Stasiun Poncol. Hal ini menyebabkan keterlambatan jadwal Kereta Api selama lebih dari 2 jam.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Ixfan Hendri Wintoko meminta maaf atas terjadinya gangguan perjalanan kereta api di wilayah Semarang, Kendal dan sekitarnya.

“Kami atas nama Manajemen KAI mengucapkan permohonan maaf kepada semua pelanggan karena terganggunya perjalanan dan pelayanan kereta api akibat banjir yang melanda wilayah Semarang, Kendal dan juga sekitarnya,” ungkapnya melalui keterangan resmi.

Keterlambatan Kereta Api

Ixfan mencatat hingga saat ini ada empat perjalanan KA Penumpang yang mengalami keterlambatan, yaitu KA 186 Kamandaka relasi Tegal – Semarang Tawang dengan andil keterlambatan 117 menit.

Lalu KA 263 Menoreh relasi Semarang Tawang – Jakarta Kota dengan andil keterlambatan 140 menit. Kemudian, KA 189 Joglosemarkerto relasi Solo Balapan – Tegal dengan andil keterlambatan 52 menit.

Dan yang terakhir, KA 267A Ambarawa Ekspress dengan relasi Surabaya Pasarturi – Semarang Poncol dengan andil keterlambatan 34 menit.

Menurut Ixfan untuk antisipasi keselamatan, hingga sekarang ada dua titik yang belum bisa digunakan untuk perjalanan kereta api.

Yang pertama, posisi petak jalan Semarang Tawang – Alastua (Kota Semarang) karena genangan air setinggi 12 cm di atas kop rel. Kemudian, posisi petak jalan Kaliwungu – Kalibodri (Kabupaten Kendal) disebabkan meluapnya Sungai Waridin mengakibatkan gogosan pada jalur rel KA.

“Kami berkomitmen untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan KA. Kami berharap bisa kembali normal dan perjalanan kereta api dapat beroperasi kembali dengan lancar,” ungkap Ixfan.

Diketahui, hampir delapan jam hujan menerjang Semarang dan membuat sebagian besar kawasan tergenang. Tidak hanya pemukiman warga saja,namun banjir juga menggenangi jalan protokol di Kota Semarang.