Kumpulan Berita – Los Angeles saat ini tengah dilanda tragedi besar akibat kebakaran hutan yang meluas hingga ke kawasan permukiman. Kebakaran yang dimulai sejak Selasa pagi ini telah menyebabkan 10 korban jiwa dan memaksa sekitar 70.000 penduduk untuk mengungsi. Keadaan semakin memburuk dengan adanya angin kencang Santa Ana dan vegetasi yang sangat kering, yang memperburuk penyebaran api dengan sangat cepat.
Mengenal Angin Santa Ana
Angin Santa Ana adalah fenomena alam yang terjadi karena kondisi geografis di wilayah barat AS. Diketahui angin tersebut menjadi sangat berbahaya jika disertai dengan kondisi iklim lain seperti kekeringan. Hal itulah yang meningkatkan risiko kebakaran hutan seperti yang saat ini terjadi di wilayah Los Angeles.
Angin Santa Ana terbentuk di wilayah barat negara yang dikenal sebagai Great Basin (cekungan besar), yang meliputi Nevada dan sebagian wilayah Utah. Cekungan tersebut berada pada ketinggian yang lebih tinggi daripada California Selatan.
Pada bulan-bulan yang lebih dingin – biasanya September hingga Mei – udara dingin di cekungan tersebut dipaksa turun dan ke bertiup ke arah barat menuju wilayah bertekanan rendah di sepanjang pantai California Selatan. Saat udara bergerak, udara tersebut terjepit melalui celah gunung dan ngarai. Kemudian menambah kecepatan dan menjadi lebih panas dan kering di sepanjang jalan. Saat mencapai California Selatan, angin dapat bergerak dengan kecepatan 40 meter per jam, dengan hembusan yang bahkan lebih kuat.
Robert Fovell, profesor ilmu atmosfer dan lingkungan di University of Albany, mengatakan daerah yang paling berangin cenderung berada di Ventura County di Los Angeles dan Santa Ana di Orange County, yang menjadi asal muasal nama angin tersebut.
Kronologi Kebakaran di Los Angeles
Kebakaran besar yang melanda Los Angeles dimulai pada Selasa pagi, 7 Januari 2025, di distrik Pacific Palisades. Dalam waktu singkat, api telah meluas ke sejumlah wilayah, termasuk Eaton dan Hollywood Hills, menghanguskan ribuan hektare lahan. Situasi ini semakin buruk dengan adanya angin Santa Ana yang bertiup kencang dengan kecepatan hingga 129 km/jam. Oleh karena itu mendorong api menyebar dengan cepat dan sulit dikendalikan. Kebakaran ini langsung menjadi perhatian nasional, mengingat dampak besar yang ditimbulkan dalam hitungan jam.
Salah satu penyebab utama kebakaran ini diduga adalah kekeringan parah yang melanda California Selatan. Wilayah ini tercatat hanya menerima kurang dari 10% curah hujan rata-rata sejak 1 Oktober 2024. Ditambah lagi, angin lepas pantai yang kuat pada hari kejadian turut memicu penyebaran api ke area yang lebih luas. Meski begitu, penyelidikan mendalam oleh petugas pemadam kebakaran masih berlangsung untuk memastikan faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap bencana ini.
Kerugian yang dialami
Akibat kebakaran tersebut, lebih dari 10.000 bangunan, termasuk rumah tinggal dan fasilitas bisnis, dilaporkan hancur. Kerusakan besar ini juga mengakibatkan gangguan serius pada infrastruktur kota. Pemadaman listrik meluas terjadi, memengaruhi lebih dari 1,5 juta penduduk di California Selatan. Hingga Kamis malam, api masih aktif di lima lokasi utama, sementara perkiraan kerugian akibat kebakaran mencapai miliaran dolar, mencakup properti, bisnis, dan fasilitas umum yang hangus.
Jumlah korban jiwa pun terus bertambah, dengan laporan terbaru dari Departemen Koroner Los Angeles menyebutkan bahwa 10 orang telah meninggal dunia. Proses identifikasi korban berlangsung lambat karena banyak lokasi kebakaran sulit diakses akibat medan yang berbahaya dan kondisi yang ekstrem.
Kebakaran di Los Angeles kali ini tercatat sebagai salah satu yang terparah dalam sejarah kota tersebut. Selain dampaknya yang luas, bencana ini kembali menyoroti perlunya langkah-langkah mitigasi yang lebih baik untuk menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Sementara itu, tim pemadam kebakaran dan penyelamat terus berjibaku untuk mengendalikan api dan memastikan keselamatan warga di tengah situasi yang penuh tantangan ini.

