Afghanistan Dikuasai Taliban, Wanita Afghanistan Tidak Boleh Terlibat Dalam Pemerintahan

Kumpulan Berita – Setelah berhasil menguasai Afghanistan, Taliban mengeluarkan beberapa pernyataan kontroversi yang mengundang perhatian masyarakat dunia. Baru-baru ini, Taliban menegaskan bahwa seorang wanita Afghanistan tidak diperbolehkan untuk terlibat dalam politik pemerintah dan juga tidak diperbolehkan mendapat jabatan politik.

Pernyataan ini disampaikan oleh salah satu juru bicara Taliban yakni Syed Zekrullah Hasmi, dan ia mengatakan bahwa wanita memiliki tugas utama yakni melahirkan dan membesarkan anak. Oleh sebab itu, seorang wanita dinilai tidak perlu terlibat dalam politik pemerintah Afghanistan.

Dalam wawancara dengan TOLO News, Hasmi mengatakan bahwa “Perempuan tidak bisa bekerja memimpin kementerian. Itu seperti Anda menaruh sesuatu yang tidak sanggup mereka pikul di leher mereka,”.

Selain itu menurutnya juga, memiliki wakil perempuan dalam pemerintah merupakan suatu hal yang tidak penting dan tidak begitu diperlukan.

“Perempuan Afghanistan adalah mereka yang melahirkan generasi Afghanistan, mendidik mereka, mendidik etika Islam pada mereka,” kata Hasmi menanggapi topik peran perempuan dalam pemerintahan.

Setelah pihak Taliban berhasil menguasai Afghanistan, Taliban mengatakan bahwa akan tetap memberikan perlindungan terhadap hak perempuan dan pembentukan pemerintahan yang inklusif. Namun, janji tersebut tentunya bertolak belakang dengan kenyataan kabinet sementara Afghanistan yang dibentuk oleh Taliban. Saat ini sendiri, kabinet pemerintahan Afghanistan hanya diisi oleh petinggi veteran Taliban tanpa adanya kaum perempuan.

Oleh karena permasalahan ini, beberapa perempuan Afghanistan melalukan demo di sejumlah kota untuk menuntut hak-hak mereka dibawah kekuasaan Taliban. Menanggapi hal tersebut menurut Hasmi, wanita-wanita yang melakukan demo akhir-akhir ini tidak mewakili citra wanita Afghanistan yang sesungguhnya.

Namun, meskipun Taliban melarang adanya perempuan yang memiliki jabatan di Pemerintahan, Taliban tetap memperbolehkan perempuan Afghanistan untuk mengenyam pendidikan sampai pascasarjana. Tentunya hal ini bisa dilakukan dengan mentaati aturan lainnya seperti wajib menggunakan hijab, belajar dengan kelas yang terpisah dari kaum laki-laki, dan juga setiap pembelajaran selalu mendapatkan pengawasan.