Heboh Virus Yezo Di Jepang, Gejala Utama Demam Dan Trombosit Turun

Kumpulan Berita – Akhir-akhir ini, para ilmuwan di Jepang menemukan virus baru bernama Virus Yezo. Ilmuwan Jepang menemukan fakta bahwa Virus Yezo ditularkan dari gigitan kutu. Melalui penelitian tersebut, ditemukan bahwa virus tersebut dapat memicu gejala demam tinggi dan juga membuat trombosit darah menurun.

Dikutip dari WebMD, Sampai saat ini menurut Keita Matsuno sebagai ahli virologi di Institus Internasional untuk Pengendalian Zoonosis Universitas Hokkaido, setidaknya sudah ada tujuh orang yang telah terinfeksi virus Yezo. Namun berita baiknya sampai saat ini belum ada kasus kematian yang disebabkan oleh Virus Yezo.

Kasus pertama Virus Yezo disebutkan dalam makalah penelitian yang berjudul Nature Communication. Menurut makalah tersebut, Virus Yezo pertama kali ditemukan di tahun 2019 di salah satu rumah sakit di Sapporo Jepang, dan menjangkit seorang pria yang berusia 41 tahun.

Pria tersebut pada bulan Mei 2019 mengalami gejala demam tinggi, nyeri badan, dan juga kehilangan nafsu makan. Gejala tersebut dirasakan empat hari setelah pria tersebut pergi mengunjungi hutan dan mendapati seekor kutu hinggap di perut bagian kanan.

Setelah mengalami berbagai gejala, pria tersebut melakukan tes dan hasil tes tersebut menunjukkan bahwa kadar sel darah putih dan trombosit yang rendah. Akibat hasil tes tersebut, pria itu kemudian dirawat di rumah sakit untuk belasan hari. Melihat dari hasil tes pria tersebut, dokter kemudian berasumsi bahwa gejala yang dirasakan berasal dari kutu yang hinggap di perut.

Setelah pasien pertama, pada bulan Juli 2020 ada seorang pasien yang memiliki gejala yang sama. Melalui makala tersebut, penulis menuliskan bahwa peneliti bisa menemukan jejak virus yang sama seperti pasien pertama. Melalui sampel darah pasien kedua, peneliti mengidentifikasi genetik bug yang berasal dari kutu, yakni orthonairovirus.

Akibat kedua pasien yang muncul dengan gejala yang sama, para dokter dan ilmuwan memutuskan untuk menamai penyakit tersebut sebagai Virus Yezo (YEZV). Nama tersebut diambil dari pulau besar dimana virus tersebut pertama kali ditemukan.