Kumpulan Berita – Kita sebagai manusia tentunya harus makan untuk menjalankan aktifitas sehari-hari. Namun, beberapa dari kita saat ini ada yang mengalami gangguan makan atau eating disorder.
Sebenarnya apa sih eating disorder? eating disorder adalah salah satu penyakit mental yang dialami seseorang dan mengalami gangguan parah pada pola makannya. Eating disorder dapat menyebabkan konsekuensi kesehatan yang serius dan bahkan dapat mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat.
Eating disorder biasa muncul pada remaja dan juga orang dewasa. Selain itu, Eating disorder biasanya juga dibarengi juga dengan kondisi mental yang lain, seperti gangguan kecemasan, penyalahgunaan zat, atau depresi. Eating disorder membutuhkan perawatan khusus dari psikiater agar pasien bisa memiliki pola makan yang normal.
Awalnya eating disorder disebabkan oleh obsesi yang dimiliki seseorang dengan makanan, berat badan, ataupun bentuk tubuh. Oleh sebab itu, saat ini eating disorder memiliki beberapa jenis karena adanya perbedaan penyebab di setiap kasus. Lalu apa saja sih jenis-jenis dari eating disorder? Berikut merupakan 3 jenis dari eating disorder, yakni:
1. Binge Eating Disorder (BED)

Binge eating disorder (BED) adalah salah satu jenis eating disorder dimana seseorang tidak memiliki kendali dalam memakan makanan. Seseorang yang didiagnosa memiliki Binge Eating Disorder biasanya akan makan dalam porsi lebih besar dari kebanyakan orang normal, dan memiliki perasaan tidak dapat berhenti makan atau mengontrol apa atau berapa banyak lagi makanan yang akan dimakan.
Oleh karena mereka tidak bisa mengatur jumlah makanan yang masuk kedalam mulut, orang-orang dengan BED ini tidak jarang mengalami masalah berat badan atau obesitas. Umumnya, gejala BED dapat dimiliki oleh seseorang karena adanya masalah kesehatan mental atau emosional yang tidak terselesaikan.
2. Anoreksia nervosa

Anoreksia Nervosa merupakan salah satu jenis eating disorder yang mulai dikenal oleh banyak orang. Anoreksia Nervosa biasanya ditandai dengan adanya penurunan berat badan, sulit mempertahankan berat tubuh yang ideal sesuai dengan tinggi badan, usia dan perawakan serta memiliki persepsi yang salah mengenai berat badan dan tubuh yang ideal.
Anoreksia Nervosa umumnya berkembang selama masa remaja atau dewasa dan cenderung mempengaruhi lebih banyak wanita daripada pria. Orang-orang yang terdiagnosa anoreksia biasanya menganggap bahwa diri mereka kelebihan berat badan, bahkan saat mereka terlalu kurus. Gejala-gejala umum dari anoreksia nervosa salah satunya adalah penderita anoreksia sangat kurus dibandingkan dengan orang dengan usia dan tinggi yang sama, memiliki pola makan sangat terbatas, memiliki kekhawatiran yang tidak wajar akan kenaikan berat badan, hingga gejala obsesif-kompulsif.
3. Rumination Disorder

Rumination disorder adalah salah satu eating disorder di mana seseorang memuntahkan makanan yang sebelumnya mereka kunyah dan telan, mengunyahnya kembali, dan kemudian menelannya kembali atau memuntahkannya. Kondisi ini dilakukan berulang kali tanpa rasa jijik atau stres dari mereka yang melakukannya. Berbeda dari anoreksi atau bulimia yang menggunakan alat bantu untuk dapat mengeluarkan makanannya, orang yang memiliki Rumiation Disorder akan dengan mudah memuntahkan makanannya tanpa bantuan alat apapun.
Rumination disorder ini biasanya ditemukan pada masa bayi, masa kanak-kanak, atau dewasa. Gejala ini akan menghilang dengan sendirinya jika terjadi pada saat masih bayi. Namun jika terjadi pada masa kanak-kanak atau saat dewasa, hal tersebut kemudian membutuhkan terapi untuk menyelesaikannya. Jika tidak diatasi dengan baik, Rumination disorder dapat menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan serta dapat mengalami gizi buruk yang bisa berakibat fatal bagi kesehatan.

