Polri Akan Selidiki Hoax soal Penembakan Laskar FPI Temuan Komnas HAM

Kumpulan Berita –  Komnas HAM menginfokan jika pihaknya sering menemukan informasi hoax mengenai insiden kontak tembak antara polisi dan laskar FPI yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek Km 50.

Oleh karena hal tersebut, melalui pesan singkatnya, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan jika, Polri pun akan memastikan akan segera menyelidiki berita hoax terkait insiden tersebut yang ditemukan oleh Komnas HAM.

Perlu diketahui sebelumnya jika, hari ini Komnas HAM menggelar konferensi pers untuk menyampaikan hasil investigasi dari insiden kontak tembak antara polisi dengan laskar FPI.

Di kesempatan tersebut, Komnas HAM menginfokan jika mereka kerap menemukan hoax di media sosial seputar insiden penembakan tersebut.

Komnas HAM: Ruang Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi Kian Menyempit

Amiruddin Al Rahab, Komisioner Komnas HAM, menyampaikan bahwa selama proses penyelidikan, Komnas HAM mendapatkan beberapa fakta jika informasi yang tersebar dan dibagikan oleh orang-orang sebagian adalah hoax.

Amiruddin juga menceritakan jika Komnas HAM menemukan banyak informasi atau berita hoax di medsos. Hoax itu tersebut mencampuradukkan keterangan dari Komnas HAM dengan peristiwa yang lain.

“Nah ini saya pikir, kami melihat adanya yang berupaya untuk mencampuradukkan antara berita atau keterangan yang disampaikan Komnas HAM dicampur aduk dengan keterangan yang lain. Atau keterangan Komnas HAM di peristiwa yang lain dicampur aduk dengan peristiwa yang lain lagi,” terangnya.

Pada kenyataannya hingga kini Komnas HAM belum menyelesaikan penyelidikan mengenai insiden penembakan enam anggota Laskar FPI tersebut.

Amiruddin mengatakan jika Komnas HAM akan terus menguji keterangan dan sejumlah barang bukti yang ditemukan.

“Nah, jadi kami harap supaya masyarakat  berhati-hati dengan hoax seperti ini. Karena sampai hari ini Komnas HAM masih berada dalam proses terus menguji semua keterangan dan bukti ini, sehingga kami betul-betul nanti bisa menyampaikan apakah peristiwa ini akan seperti apa bentuk riilnya itu, ini bukti-buktinya,” imbuhnya.

Tidak hanya menemukan informasi bohong, Komnas HAM juga menemukan sejumlah informasi yang menyerang Komnas HAM secara pribadi. Komnas HAM pun meminta agar cara-cara tersebut dihentikan.

“Bahkan belakangan ada semacam menyerang personal kepada Komnas HAM yang disampaikan melalui media-media sosial. Saya pikir ini perlu dihentikanlah yang begini-begini, supaya masyarakat tidak bertambah bingung dengan persoalan seperti ini,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, laskar FPI terlibat kontak tembak dengan polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek ketika sedang mengawal Habib Rizieq Shihab menuju Karawang. Karena insiden tersbut enam anggota laskar FPI tewas tertembak dalam peristiwa tersebut.