Mengenal Lebih Jauh Sosok Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman

Kumpulan Berita – “Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya.”

Itulah pernyataan tegas dari Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta ( Pangdam Jaya ) saat dikonfirmasi mengenai video viral prajurit TNI yang mencopot spanduk dan baliho pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Dudung mengatakan jika Ini negara negara hukum dan harus taat kepada hukum. Jika ingin memasang baliho jelas ada aturannya, ada bayar pajaknya dan tempatnya sudah ditentukan. Tidak boleh seenaknya sendiri, seakan-akan paling benar, enggak ada itu.

Siapakah Dudung?

Dudung Abdurachman - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dudung Abdurachman lahir pada 19 November 1965 di Kota Bandung, Jawa Barat. Dia merupakan sosok from zero to hero, karena karirnya menjadi Pangdam Jaya yang tidak mudah.

Semasa mudanya Dudung dikenal penuh perjuangan. Dimana ayahnya yang seorang pegawai negeri sipil (PNS) TNI yang bertugas di Bekangdam (Perbekalan dan Angkutan Kodam) Kodam III Siliwangi, meninggal dunia saat Dudung masih SMP.

Karena hal itulah, Dudung harus bekerja membantu ibunya untuk membesarkan dia dan tujuh saudaranya. Dia tak malu untuk berjualan kue di lingkungan Kodam III/Siliwangi, Jawa Barat. Dia juga tak malu  menjadi loper koran.

“Saya harus cari kayu bakar dekat rumah dan keliling (jualan kue) di asrama (TNI). Jadi pagi saya ambil koran, saya baca-baca dulu koran itu, terutama Kompas, saya paling senang tajuk rencana Kompas,” ujar Dudung.

Mimpi Dudung menjadi perwira TNI bermula saat dia berjualan kue di lingkungan Kodam Siliwangi.

Itu bermula, ketika seorang prajurit TNI menendang barang dagangan milik Dudung. Kala itu, prajurit TNI tersebut tidak tahu jika Dudung keral keluar masuk lingkungan Kodam Siliwangi untuk berjualan.

Saat itu tiba-tiba Dudung dipanggil dan diinterogasi kenapa asal masuk.

Dilansir dari Antara, Dudung menceritakan saat dia sedang ditanya, kue bawaan Dudung ditendang okeh beliau.

“Saat itu saya bawa klepon. Menggelindinglah 55 buah klepon yang saya bawa itu,” lanjutnya.

Sebenarnya Dudung sangat menyayangkan perlakuan anggota TNI tersebut. Tetapi, dari situlah Dudung bermimpi menjadi perwira TNI yang kelak bisa mengayomi.

“Awas nanti saya bilang, saya jadi perwira nanti,” kata Dudung.

Kala itu, Dudung harus memilih antara melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan menjadi insinyur atau mengejar cita-cita menjadi perwira lewat Akademi Militer (Akmil).

Namun karena mimpinya, dia membulatkan tekad untuk menempuh pendidikan di Akademi Militer.

Lalu pasa tahun 1988, Dudung pun lulus dari Akademi Militer dari kecabangan infanteri.

Dengan tekad yang masih sama, yaitu menjadi perwira yang selalu melindungi dan melayani rakyat.

Dudung pernah menjabar beberpa posisi di dunia kemiliteran. Seperti menjabat sebagai Aspers Kasdam VII/Wirabuana pada tahun 2010 hingga 2011.

Danrindam II/Sriwijaya tahun 2011, Wagub Akmil pada tahun 2015 hingga 2016, serta Staf Khusus KSAD tahun 2016 hingga 2017.

Waaster KSAD tahun 2017 hingga 2018, Gubernur Akmil tahun 2018 hingga 2020, hingga akhirnya menjabat sebagai Pangdam Jaya.

Dudung dilantik sebagai Pangdam Jaya pada 27 Juli 2020.

Memperingatkan FPI dan Rizieq Shihab

Polri-TNI Turun, FPI Sempat Melawan - EDITOR.ID

Dudung mengakui memerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho Rizieq Shihab. Dia  mengatakan, sejumlah petugas Satpol PP awalnya sudah menurunkan baliho yang terpadang tanpa izin itu.

Tetapi, pihak FPI kembali memasang baliho-baliho tersebut. Oleh sebab itu akhirnya TNI pun turun tangan. Dudung juga memastikan penurunan baliho Rizieq masih akan terus dilakukan.

“Dan ini akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam,” katanya.

Lalu untuk patroli pasukan TNI dengan kendaraan taktis di Petamburan III, dekat markas FPI juga di benarkan Pangdam Jaya.

Pangdam Jaya juga menjelaskan bahwa tindakan pasukan TNI di Petamburan itu memang kegiatan patroli rutin untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Hal ini juga menjawab video pergerakan pasukan yang beredar di media sosial.

Dudung juga mengingatkan Rizieq Shihab dan FPI akan ada konsekuensi jika mencoba mengganggu persatuan di wilayah Kodam Jaya.

“Jangan coba-coba ganggu persatuan dan kesatuan di Jakarta. Saya panglimanya. Kalau coba-coba, akan saya hajar nanti,” kata Dudung.

Seluruh prajurit TNI yang berada di Monas seketika itu bertepuk tangan mendengar pernyataan dari Dudung tersebut.

“Semua prajurit mendukung. Siap kalian, ya?” kata Dudung.

“Siaaap,” jawab para prajurit TNI kompak.