Kumpulan Berita – Rombongan biksu thudong walk for peace melangkahkan kaki di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (24/5). Sebuah pemandangan sejuk yang sarat akan nilai toleransi tersaji di pelataran Masjid Al Falah, Jalan Kaligawe, Genuk. Para biksu ini disambut langsung oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. Biksu-biksu ini mengawali perjalanannya dari Candi Sima Jepara pada Rabu (20/5).
Dipilihnya masjid sebagai titik singgah dan penyambutan ini menjadi simbol kuat bahwa perbedaan keyakinan bukanlah sekat, melainkan jembatan keharmonisan yang kokoh di Ibu Kota Jawa Tengah.
“Saya ingin bertemu langsung dengan panjenengan semua untuk menyerap energi kedamaian yang dibawa dalam perjalanan ini. Kehadiran rombongan ini membawa kekuatan dan semangat tersendiri bagi gerakan Semarang Damai yang terus kita gaungkan,” ujar Agustina.
Agustina menyebut bahwa misi perdamaian dunia yang dibawa para biksu sangat selaras dengan jati diri warga Kota Semarang. Toleransi di kota ini bukan sekadar slogan, melainkan napas kehidupan sehari-hari yang tercermin dari filosofi lokal Warak Ngendog.
Menurutnya, Warak Ngendog mengajarkan bahwa persatuan dari berbagai etnis dan agama di Semarang harus membuahkan hasil nyata berupa kedamaian kota. Tradisi besar seperti Dugderan hingga pawai Ogoh-ogoh selalu didukung penuh atau disengkuyung oleh seluruh umat beragama tanpa terkecuali.
Selain itu, Agustina berkomitmen penuh untuk terus merawat ruang sosial yang aman, sejuk, dan saling menghormati, terlebih di tengah tantangan Semarang sebagai kota metropolitan yang dinamis. Sebelum melepas kembali rombongan biksu menuju tujuan akhir menjelang perayaan Waisak, Agustina menitipkan doa terbaik untuk keselamatan mereka.

