Kumpulan Berita – AKTIVITAS Gunung Slamet di Jawa Tengah mengalami peningkatan pada Jumat 3 April 2026. Beberapa indikatornya seperti embusan asap putih dan peningkatan suhu maksimum di kawah.
Berdasarkan pantauan Pos Pengamatan Gunung Api Slamet pada periode 16 Maret hingga 3 April 2026, tercatat 866 kali gempa hembusan, 620 kali gempa low frequency, 1 kali gempa vulkanik dalam, 11 kali gempa tektonik jauh, serta tremor menerus dengan amplitudo 1 mm (dominan 0,5 mm).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam penjelasan tertulis mengatakan, hasil analisis data pemantauan menunjukkan adanya peningkatan tekanan di bawah tubuh Gunung Api Slamet.
Terhitung mulai Sabtu (4/4/2026), masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam jarak tiga kilometer dari kawah, meningkat dari sebelumnya dua kilometer.
Perubahan kebijakan ini tertuang dalam Laporan Khusus Nomor 631.Lap/GL.03/BGL/2026. Langkah antisipatif ini diambil menyusul peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan selama beberapa pekan terakhir.
BNPB menekankan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan, seperti angin kencang, hujan ekstrem, puting beliung, banjir, dan gelombang tinggi, serta kemungkinan bencana geologi seperti gempa bumi dan aktivitas vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dari Purwokerto dilaporkan, kegiatan pendakian di Gunung Slamet khususnya melalui jalur Bambangan resmi ditutup sementara mulai 5 April 2026. Menyusul adanya peningkatan aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.
Seluruh aktivitas pendakian melalui jalur Bambangan ditutup untuk sementara waktu hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kebijakan ini diambil demi keselamatan para pendaki dan masyarakat sekitar kawasan gunung.

