Simak Perbedaan Kopi Arabica dan Robusta bagi Pemula

Kumpulan Berita – Kopi jenis arabika dan robusta merupakan dua jenis kopu yang popular di berbagai gerai kopi di Indonesia. Bagi para pecinta kopi mungkin sudah hapal dengan perbedaanya, namun bagi pemula, mungkin sulit membedakan kedua jenis kopi yang paling populer tersebut.

Ada beberapa perbedaan utama antara kopi Robusta dan Arabika, termasuk aspek botani, rasa, kandungan kafein, dan penggunaan yang umum. Berikut adalah perbedaan tersebut:

Perbedaan Arabika dan Robusta

Kopi arabika dan robusta memiliki perbedaan dari segi rasa, bentuk, aroma bahkan karakter dari tanaman arabika dan robusta itu sendiri.

    • Arabika memiliki kandungan kafein lebih rendah daripada robusta.
    • Dari segi rasa kopi arabika lebih manis, dan lembut. Kopi robusta umumnya memiliki rasa yang pahit dan lebih kuat di lidah.
    • Dari segi bentuknya arabika cenderung lonjong dan robusta cenderung bundar.
    • Harga kopi arabika lebih mahal karena biaya perawatan yang dikeluarkan lebih besar dibandingkan robusta.
    • Tanaman arabika perlu dirawat dengan teliti mulai dari budidaya hingga panen, sedangkan budidaya tanaman robusta lebih mudah.

Perbedaan Rasa

Dari segi rasa, kopi Arabica memiliki banyak variasi rasa yang mana beragam. Rasa dari kopi tersebut dapat lembut, manis, tajam, dan juga kuat. Anda dapat mengetahui bahwa sebelum disangrai, aroma dari kopi ini amat mirip dengan tasting notes blueberry. Akan tetapi, setelah disangrai, kopi tersebut akan memiliki aroma buah-buahan manis. Tentu saja secara umum, kebanyakan penikmat kopi specialty dunia cenderung menyukai aroma kopi arabika bila dibandingkan dengan robusta.

Sedangkan untuk rasa dari kopi Robusta, ini cenderung memiliki variasi rasa yang netral. Terkadang ini juga memiliki rasa atau aroma seperti gandum. Sebelum disangrai, biji kopi ini memiliki aroma kacang-kacangan. Yang disayangkan, amat jarang untuk menemukan robusta berkualitas tinggi dipasaran sana. Faktanya, harga biji kopi Arabica lebih tinggi bila dibandingkan dengan kopi Robusta.

Kopi Arabika

Kopi jenis ini tumbuh pada daerah dengan ketinggian 800-1700 mdpl. Suhu yang dimiliki adalah 16-20 °C. Yang perlu diketahui mengenai jenis kopi ini adalah mengenai aspek kepekaan terhadap jenis penyakit karat daun atau lebih dikenal dengan HV atau Hemileia Vastatrix. Ini terutama bila ditanam pada daerah yang memiliki elevasi kurang dari 700 mdpl.

Yang perlu diketahui selanjutnya adalah asal dari kopi tersebut. Faktanya, kopi ini berasal dari negara Ethiopia dan juga Brasil. Kedua negara tersebut menguasai 70% pasar kopi secara global pastinya. Anda dapat pula menemukan banyak jenis kopi lain yang berasal dari kedua negara tersebut pastinya.

Ciri-ciri kopi Arabica adalah aroma yang wangi, hidup pada daerah yang dingin dan sejuk, memiliki rasa yang sedikit asam, rasa kental dimulut, pahit, dan juga memiliki tekstur lebih halus. Juga memiliki kadar kafein yang lebih rendah dari kopi robusta.

Kopi Robusta

Sedangkan untuk kopi robusta, ini merupakan keturunan dari beberapa jenis spesies kopi. Mengenai kualitas dari buah kopi, faktanya ini lebih rendah dibandingkan dengan kopi Arabika. Kopi jenis ini menguasai sekitar 30% pasar dunia.

Mengenai asal dari kopi tersebut, ini banyak terdapat di Kolumbia, Indonesia, dan juga Filipina. Lalu apa ciri-ciri dari kopi tersebut? Orang biasanya akan menjumpai rasa yang lebih menyerupai cokelat. Bau yang dihasilkan juga manis. Tekstur dari kopi ini cenderung kasar dan memiliki warna yang bervariasi. Mungkin Anda perlu juga mengetahui ciri-ciri dari pohon Robusta. Ini bahkan tumbuh pada daratan rendah yaitu sekitar 700 m dpl. Jumlah biji kopi yang dihasilkan juga lebih tinggi. Untuk proses berbunga, diperlukan waktu hingga 10 bulan yang nantinya menjadi buah. Jenis kopi ini berbuah pada suhu udara yang lebih hangat. Untuk rasa robusta tidak lebih kompleks dari kopi arabika namun kandungan kafeinnya lebih tinggi dari arabika. Untuk penikmat kopi yang menyukai rasa yang lebih kuat maka kopi robusta adalah jawabannya.

Penggunaan

Kopi Arabika sering digunakan untuk membuat kopi espresso, kopi gourmet, dan kopi khusus. Rasanya yang halus dan kompleks membuatnya cocok untuk dinikmati tanpa tambahan gula atau susu.

Sedangkan Kopi Robusta sering digunakan dalam campuran kopi, kopi instan, kopi espresso yang lebih kuat, dan dalam pembuatan kopi-kopi yang diinginkan rasa pahit yang lebih kuat.

Perbedaan ini mempengaruhi karakteristik rasa dan preferensi konsumen terkait kopi Arabika dan Robusta. Penting untuk dicatat bahwa preferensi pribadi dalam hal rasa kopi bisa sangat subjektif, dan masing-masing jenis kopi memiliki keunikan dan nilai tersendiri.