Apa itu Susu UHT? Manfaat Susu Bagi Anak-anak hingga Dewasa

Kumpulan berita – Ada banyak susu dijual di pasaran. Meski kemasan terlihat serupa, namun sangatlah beda susu UHT, susu steril, dan susu pasteurisasi.

Sebelumnya, jagad media sosial dihebohkan oleh sebuah video yang menunjukkan seorang pelanggan wanita marah-marah pada petugas sebuah minimarket karena susu yang dibelinya tidak dingin. Wanita tersebut tidak terima susu kemasan 1 liter yang dibelinya tidak dalam kondisi dingin. Dia bahkan meminta agar uang pembelian dan ongkosnya datang ke minimarket tersebut dikembalikan jika petugas tidak bisa memberi produk yang diinginkannya.

Video mengundang reaksi beragam dari netizen. Salah satu ada yang berkomentar bahwa susu UHT tak masalah jika tak disimpan dalam lemari pendingin.

Apa yang Dimaksud dari Susu UHT?

Susu UHT atau Ultra-high temperature adalah susu yang telah mengalami proses pemanasan dengan suhu tinggi dalam waktu 2 hingga 5 detik. Dalam proses tersebut, susu mentah atau segar yang baru diperah lanngsung dari sapi dipanaskan pada suhu tinggi, berkisar 135-150 derajat Celsius dalam waktu singkat.

Mengutip laman Klikdokter, proses pemanasan tersebut bertujuan untuk mematikan bakteri patogen dan menjadikannya susu steril.

Proses pemanasan dalam suhu tinggi itu juga membuat susu UHT lebih tahan lama dan dapat disimpan berbulan-bulan dalam kemasan khusus yang rapat meski dalam suhu ruang.

Mengutip laman USDairy, susu UHT bisa disimpan pada suhu ruang setidaknya hingga tiga bulan. Ketahanan tersebut bervariasi pada masing-masing merek. Namun, ketika kemasan dibuka, maka susu UHT harus disimpan di lemari pendingin karena daya tahannya maksimal 7 hingga 10 hari saja.

Sementara susu pasteurisasi adalah susu segar yang melalui proses pemanasan dengan suhu sekitar 30-60 derajat Celsius selama kurang lebih 30 menit.

Proses pasteurisasi itu dapat membunuh patogen atau bakteri yang ada dalam susu segar sehingga membuatnya aman dikonsumsi tanpa risiko kesehatan. Menurut laman Frisianflag, susu jenis ini bisa bertahan lebih lama untuk dikonsumsi ketimbang susu segar.

Manfaat Susu untuk Anak-anak Hingga Orang Dewasa

Inilah beberapa manfaat susu sesuai usia dan kondisi setiap orang:

Ibu hamil

Beberapa penelitian pernah dilakukan untuk mengetahui manfaat susu pada ibu hamil. Ibu hamil yang diberikan susu 3 kali seminggu, melahirkan anak dengan panjang badan lebih banyak.

Penelitian lain membandingkan ibu hamil yang mengonsumsi susu dengan yang tidak mengonsumsi susu. Hasilnya menunjukkan risiko BBLR lebih rendah pada ibu hamil yang minum susu.

Anak-anak

Manfaat susu pada anak salah satunya memaksimalkan tinggi badan anak. Tinggi badan anak dipengaruhi faktor genetik dari orangtuanya, sekitar 10-20%.

“Faktor makanan dan lingkungan lebih dominan menentukan tinggi badan anak dalam jangka, bahkan memengaruhi faktor genetik. Contohnya, tinggi badan rata-rata orang Jepang waktu menjajah Indonesia hanya sekitar 158 cm. Saat ini tinggi badan anak muda pria di Jepang adalah 172 cm,” jelas Herdinsyah.

Penelitian juga menunjukkan minum susu pada anak sekolah usia 7-8 tahun sebanyak 2 gelas per hari selama 6 bulan menurunkan risiko underweight. Anak 1-12 tahun yang biasa minum susu, memiliki status pertumbuhan, vitamin A dan D yang lebih baik.

Remaja dan Orang dewasa

Susu sering dimitoskan sebagai minuman yang menyebabkan gemuk. Padahal hasil analisis beberapa studi menunjukkan, konsumsi susu (baik full fat atau low fat) tidak berhubungan dengan penyakit jantung koroner.

Konsumsi total susu dan susu rendah (200 gram/hari) juga terbukti menurunkan 4% risiko diabetes tipe 2 dan 8% stroke.

Manfaat susu untuk orang dewasa yang mungkin paling dikenal adalah mencegah osteopenia dan osteoporosis. Apalagi hasil penelitian di Indonesia pada 65.000 orang lebih di 23 provinsi menunjukkan kasus osteoporosis di kota mencapai 10,3% dan kasus osteopenia 42,0%.

Atlet

Atlet adalah salah satu profesi yang sangat mendapatkan manfaat susu. Seperti pengalaman yang dibagikan pasangan legenda bulutangkis dunia, Susy Susanti dan Alan Budikusuma.

“Sejak kecil saya selalu disuruh minum susu setiap hari. Efeknya dirasakan bukan hanya energi kuat tetapi daya tahan sebagai atlet meningkat. Terbukti meskipun harus berlatih yang sangat berat hingga 6-8 jam sehari dalam seminggu, performa bisa pulih dengan cepat dan jarang sakit,” ujar Alan.