Kumpulan berita – Pelangi adalah fenomena lengkungan warna-warni yang terbentuk ketika cahaya matahari dibiaskan oleh tetesan air. Warna-warna pelangi terbentuk karena panjang gelombang cahaya yang berbeda.
Meskipun pelangi memiliki mitos yang berkembang di berbagai budaya, sebenarnya pelangi adalah fenomena alam yang dapat dijelaskan secara ilmiah. So… Yuk, cari tahu lebih dalam tentang proses terjadinya pelangi.
Proses Terjadinya Pelangi
Pelangi terbentuk melalui tiga proses utama, yaitu refleksi, dispersi, dan refraksi. Proses pertama adalah refleksi, di mana butiran air yang berada di udara memantulkan cahaya saat terkena sinar matahari. Butiran air tersebut berperan seperti cermin kecil yang memantulkan cahaya. Inilah mengapa pelangi sering terjadi setelah hujan atau di wilayah air terjun, karena ada sisa-sisa air yang berada di udara. Proses refleksi ini menciptakan efek pantulan cahaya yang menjadi langkah awal dalam terbentuknya pelangi.
Setelah refleksi, terjadi proses dispersi di mana cahaya matahari yang tampak putih mengalami penguraian. Ketika cahaya tersebut dipantulkan oleh butiran air, cahaya akan terurai menjadi warna-warna yang tampak pada pelangi. Warna-warna ini terbentuk karena panjang gelombang cahaya yang berbeda-beda. Panjang gelombang yang lebih panjang akan menghasilkan warna merah, sedangkan panjang gelombang yang lebih pendek akan menghasilkan warna ungu.
Proses terakhir adalah refraksi, di mana cahaya matahari mampu menembus butiran atau tetesan air dan kemudian memantul ke arah yang berbeda. Setiap warna dalam spektrum cahaya akan terpantul ke arah yang berbeda tergantung pada panjang gelombangnya. Inilah yang menjelaskan mengapa pelangi memiliki bentuk seperti kipas atau busur.
Jenis Pelangi yang Unik
Pelangi merupakan salah satu fenomena langit paling indah yang diciptakan Tuhan. Tetapi, tahukah kamu kalau pelangi memiliki berbagai jenis dan bentuk? Beberapa di antaranya memiliki bentuk unik dan jarang terjadi lho. Berikut lima jenis pelangi paling unik dan langka.
1. Supernumerary rainbow
Supernumerary rainbow atau pelangi cadangan adalah fenomena optik menarik di mana munculnya busur dengan warna lemah yang berada ditengah pelangi utama. Berbeda dengan pelangi utama yang terjadi akibat satu refleksi dan refraksi, supernumerary rainbow terbentuk oleh refleksi dan refraksi berulang. Munculnya busur warna tambahan ini akan membuat pelangi menjadi terlihat lebih renggang dari biasanya.
Catatan pengamatan supernumerary rainbow pertama kali dibuat oleh astronom Inggris bernama Thomas Young pada tahun 1804.
2. Fire rainbow

Jenis pelangi unik lainnya adalah fire rainbow atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai pelangi api. Fenomena ini kerap kali dianggap bukan pelangi sejati karena bentuk dan proses terjadinya yang unik.
Fire rainbow biasa terbentuk akibat pembiasan cahaya matahari oleh kristal-kristal es heksagonal yang biasa ditemukan pada awan sirrus. Proses ini kemudian menghasilkan tontonan optik spektakuler berupa pelangi yang berbentuk seperti api. Fenomena ini biasanya terjadi saat musim panas di wilayah yang berada di lintang tengah.
3. Twinned rainbow

Fenomena pelangi unik lainnya adalah twinned rainbow atau pelangi kembar. Jika dilihat sekilas, twinned rainbow akan terlihat mirip dengan double rainbow.
Twinned rainbow biasanya berbentuk seperti pelangi primer yang bercabang. Artinya, pelangi ini memiliki dasar yang menyatu. Sementara, double rainbow merupakan dua pelangi yang benar-benar terpisah satu sama lain. Pelangi kembar terbentuk akibat adanya perbedaan ukuran dan bentuk tetesan air hujan. Perbedaan ini dapat terjadi jika ada dua awan hujan berbeda yang saling berdekatan.
4. Moonbow

Moonbow, dikenal juga sebagai pelangi bulan atau pelangi lunar. Berbeda dengan pelangi biasa yang terjadi akibat pantulan sinar matahari, moonbow terjadi akibat pantulan cahaya bulan. Karena cahaya dari bulan lebih lemah dari matahari, maka moonbow pun biasanya berwarna putih samar.
Agar moonbow terbentuk, harus ada beberapa kondisi yang terpenuhi. Beberapa kondisinya seperti, bulan harus dalam fase penuh, langit malam harus sangat gelap, dan harus ada sumber tetesan air dibagian yang berlawanan dengan bulan, seperti air hujan, air terjun dan ombak pantai. Moonbow biasa terjadi di tempat-tempat yang memiliki air terjun.
Beberapa lokasi terbaik untuk menyaksikan moonbow seperti Taman Nasional Yosemite di California, Taman Resor Cumberland Falls di Kentucky, dan Air Terjun Victoria di perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe.

