Pecut Kuda Bisa Sebagai Obat Tradisional, Apa Saja Manfaatnya?

Kumpulan berita – Tanaman pecut kuda kerap kali dijumpai tumbuh di pinggir jalan dan dianggap sebagai gulma atau tumbuhan pengganggu. Namun ternyata tidak banyak orang tahu jika terdapat sejumlah manfaat daun pecut kuda untuk kesehatan.

Kemudian ciri fisik dari pecut kuda yaitu memiliki bunga berwarna ungu atau ungu kebiruan. Tanaman tersebut bisa berbunga sepanjang tahun, namun terkadang ada periode tertentu jumlah bunganya lebih sedikit.

Faktanya tumbuhan ini mengandung senyawa kimia seperti antimikroba, antioksidan, antihipertensi, antinosisesptif, dan antiinflamasi. Jadi tak heran, tanaman bernama Latin Stachytarpheta jamaicensis ini termasuk ke dalam tanaman yang dimanfaatkan sebagai bentuk pengobatan tradisional.

Pecut kuda untuk obat tradisional

Sebagai obat tradisional, daun pecut kuda diyakini dapat mengobati beberapa penyakit. Diantara lain seperti alergi, gangguan pernapasan, pilek, batuk, demam, konstipasi, gangguan pencernaan, dan gangguan akibat menstruasi. Berikut penjelasan manfaat dari tanaman pecut kuda lainnya.

1. Menurunkan demam

Tanaman pecut kuda juga dapat menjadi obat penurun demam, berdasarkan dari Jurnal Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan. Hal ini karena tanaman pecut kuda mempunyai khasiat antiperik atau penurun panas 40 persen yang hampir setara dengan sirup parasetamol.

2. Melindungi tubuh

Menurut riset yang ada, daun pecut kuda merupakan sumber antioksidan alami. Hal itu karena  terdapat kandungan alkaloid, flavonoid, triterpenoid, tanin, dan saponin. Lalu semuanya itu merupakan zat antioksidan yang baik untuk melindungi tubuh dari efek radikal bebas.

3. Mengatasi radang tenggorokan

Daun pecut kuda banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi radang tenggorokan. Berdasarkan riset yang dilakukan para ahli, bahwa daun pecut kuda dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. Dimana bakteri tersebut yang menyebabkan penyakit radang tenggorokan.

4. Mengobati keputihan

Manfaat lain dari daun pecut kuda yaitu mengobati keputihan. Hal itu telah dibuktikan dalam studi Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Bertingkat dan Fraksi Daun Pecut Kuda terhadap Candida albicans, diketahui bahwa tanaman ini memiliki aktvitas antijamur. Aktivitas antijamur ini bekerja terhadap Candida albicans yang berada di vagina sebagai penyebab keputihan.

5. Menyembuhkan luka

Sifat antibakteri dalam tanaman ini dapat menyembuhkan luka. Pada jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Tadris IPA Biologi FITK IAIN Mataram, menuliskan bahwa daun pecut kuda dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yang menyebabkan bisul.

Cukup banyak ternyata manfaat dari tanaman yang dianggap gulma untuk kesehatan. Namun perlu diingat kembali ada baiknya sebelum mengonsumsi atau menggunakan konsultasikan ke bidang kesehatan, ya. Semoga bermanfaat 🙂