KTT G20 Akan Digelar Sebentar Lagi, Jokowi : Putin dan Zelensky Akan Hadir Jika Kondisi Memungkinkan

Kumpulan Berita – Puncak acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 sebentar lagi akan digelar di Bali tanggal 15-16 November 2022. Acara internasional ini akan mendatangkan pemimpin-pemimpin negara dari anggota G20 serta beberapa tamu undangan. Salah satu hal yang paling dinanti-nanti dalam KTT G20 sendiri adalah mengenai kehadiran Presiden Rusia dan Presiden Ukraina, yang saat ini masih bersitegang sejak Februari 2022.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan akan datang ke Bali untuk menghadiri acara KTT G20 secara langsung. Tak hanya Putin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga dikabarkan akan hadir langsung dalam KTT G20 sebagai tamu undangan khusus dari Presiden Joko Widodo. Namun menjelang acara KTT G20, Presiden Joko Widodo mengatakan adanya kemungkinan Putin dan Zelenskyy hanya akan hadir KTT G20 secara virtual saja.

“Beberapa hari yang lalu saya sudah berbicara lewat telepon dengan Presiden Putin dan Presiden Zelenskyy, beliau menyampaikan akan hadir kalau kondisinya memungkinkan,” ucap Jokowi seperti disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, dikutip dari Tempo.co, Rabu (9/11/2022).

Tetapi meskipun begitu, Jokowi menyebutkan bahwa kehadiran mereka secara langsung bisa saja terjadi jika memungkinkan. Namun Jokowi sendiri merasa tak keberatan jika dua kepala negara yang masih berperang ini absen dalam acara KTT G20 di Bali.

“Ya tanya beliau (Putin dan Zelenskyy), beliau yang menyampaikan bahwa beliau akan hadir apa bila kondisinya memungkinkan. Tapi kalau ndak, nanti misalnya seperti kemarin, Presiden Zelenskyy akan minta virtual,” ujar Jokowi.

Sampai saat ini sendiri, Jokowi mengklaim sudah ada 17 kepala negara yang mengkonfirmasi kehadirannya dalam acara KTT G20 di Bali. Jokowi tidak secara langsung merinci siapa saja 17 kepala negara yang akan hadir, namun ia menyebutkan bahwa Presiden Amerika Joe Biden dan Presiden Republik Rakyat Cina Xi Jinping sudah mengkonfirmasi kehadiran mereka dalam KTT G20.

Jokowi juga mengklaim bahwa jumlah kehadiran 17 pemimpin negara termasuk tinggi dan sangat sulit dicapai ditengah kondisi dunia yang sedang sulit ini.

“Saya kira dalam posisi normal tuh biasanya 17-18, ini posisi yang tidak normal, dunia sangat sulit, semua negara sangat sulit, kalau kehadirannya sampai sejumlah itu saya kira sudah sangat bagus,” ucap Jokowi.

Senada dengan Jokowi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga menyebut bahwa tingkat kehadiran pemimpin negara dalam acara KTT G20 sangat tinggi. Pemimpin-pemimpin negara yang akan hadir dalam KTT G20 sendiri direncanakan akan mulai berdatangan ke Bali pada tanggal 13-14 November 2022, dan akan meninggalkan Bali pada tanggal 16 November 2022.

“Karena sebagian dari pemimpin itu juga akan terbang menuju Bangkok untuk hadir KTT APEC,” ujar Retno.

Dalam acara KTT G20, Retno juga mengatakan bahwa ada beberapa negara yang akan melakukan rapat pertemuan bilateral khusus antara dua negara saja. Indonesia sendiri dijadwalkan akan melakukan pertemuan bilateral dengan salah satu negara anggota G20, yakni Amerika Serikat. Sayangnya, tidak semua negara mendapatkan kesempatan untuk menggelar rapat pertemuan bilateral khusus karena jadwal yang sudah penuh.

“Kita akan coba mengakali misalnya di pertemuan ASEAN kalau mereka hadir di ASEAN, beberapa oke kita bilateralnya mungkin di ASEAN, demikian juga kalau di APEC kita ketemunya, tapi prinsipnya Presiden sangat menghargai dan ingin sekali melakukan pertemuan sesuai dengan permintaan para leaders negara lain,” ucap Retno.

 

Sumber : https://nasional.tempo.co/read/1654500/jokowi-sebut-presiden-putin-dan-zelenskyy-hadiri-ktt-g20-secara-virtual