Kumpulan Berita – Kabar bahagia untuk masyarakat Indonesia dan juga dunia datang dari salah satu spesies asli Indonesia yang terancam punah yakni Badak Sumatera. Pasalnya, salah satu badak sumatera betina yang berada di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas Provinsi Lampung berhasil melahirkan seekor anak badak betina pada hari Kamis, 24 Maret 2022.
Badak Sumatera betina yang bernama Rosa ini berhasil melahirkan anak setelah sebelumnya pernah keguguran sebanyak 8 kali. Kelahiran bayi Badak Sumatera ini menjadi salah satu momen bersejarah bagi Indonesia karena Badak Sumatera merupakan salah satu spesies endemik Indonesia yang terancam punah dan keberadaannya saat ini hanya sebanyak 80 ekor saja.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK Wiratno mengatakan bahwa bayi Badak Sumatera yang baru saja lahir ini merupakan hasil perkawinan antara badak betina yang bernama Rosa dengan badak jantan yang bernama Andatu.
Dengan adanya kelahiran bayi Badak Sumatera ini kemudian menambah jumlah Badak Sumatera yang berada di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas (SRS TNWK) sebanyak delapan ekor. Delapan ekor Badak Sumatera sudah termasuk dengan Rosa (Betina), Andatu (Jantan), dan bayi badak yang baru lahir. 5 ekor Badak Sumatera lainnya yang tinggal di SRS TNWK adalah Bina (betina), Ratu (betina), Andalas (jantan), Harapan (jantan), dan Delilah (betina).
“Kelahiran Badak Sumatera ini merupakan sebuah kabar gembira di tengah upaya Pemerintah Indonesia dan mitra kerja meningkatkan populasi badak sumatera,” kata Wiratno, Senin (28/03).

Dalam kelahiran bayi Badak Sumatera di SRS TNWK, Wiratno mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang mengambil peran dalam mengawasi perkembangan kehamilan Badak Sumatera Betina bernama Rosa sampai dengan perawatan pasca persalinan.
Menurut ketua tim dokter yakni Zulfi Arsan, badak Rosa sudah menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan sejak jam 9 pagi. Persalinan badak Rosa sendiri memakan waktu sampai tiga jam. Selama masa kehamilan, badak Rosa juga diberikan perhatian lebih berupa hormon penguat janin dan juga makanan yang bergizi agar kehamilannya bisa berhasil.
“Pemeriksaan kesehatan kebuntingan juga kami lakukan secara rutin dengan menggunakan alat ultrasonografi (USG), pemberian pakan yang cukup dan berkualitas, serta pemantauan perilaku selama masa kebuntingan,” ujar Zulfi Arsan.
Dalam persalinan tersebut, ada tenaga medis dari berbagai negara yang kemudian membantu proses kelahiran bayi Badak Sumatera. Dokter-dokter hewan dari negara lain diantaranya yakni Scott Citino (dokter hewan dari White Oak Conservation) dan perawat satwa senior Paul Reinhart dari Cincinnati Zoo, Amerika Serikat.
Selain tenaga medis dari luar negeri, Pakar reproduksi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University Muhammad Agil juga terlibat dalam proses persalinan badak Rosa. Beberapa pihak lainnya yang kemudian terlibat diantaranya yakni perawat satwa (Sugiyanto, Soca Adi Fatoni, dan Lamijo), drh. Dedi Candra dari Ditjen KSDAE, Kementerian LHK, drh. Diah Esti Anggraini dari Rumah Sakit Gajah Balai TNWK dan drh. Bongot Huaso Mulia dari Taman Safari Indonesia .

